Jumat, 05 Oktober 2012

IDEOLOGI atau KOMITMEN


"mempertahankan ideologi dan melupakan komitmen atau mengubur idoelogi demi sebuah komitmen"

mungkin benar kata orang
pengalaman adalah guru terbaik maka belajarlah dari itu.

mungkin benar kata orang bijak.
kita tak dapat hidup dimasa lalu namun kita bisa menghidupkan masa depan yang lebih baik dengan belajar dari masa lalu.

mungkin benar kata pepatah.
kita tidak bisa mengubah yang sudah terjadi
tapi kita bisa jujur, untuk minta maap dan biarkan Tuhan yg melakukan sisanya..

banyak bahkan tak terhitung.
waktu dan masa yg terbuang sia-sia.
berharap bisa mengulang smua itu
ntah itu di kehidupan ini atau nanti.
namun saat tersadar smua sudah terlewatkan.
karena waktu terus berputar tanpa peduli dengan diri kita.

Penyesalan!
mungkin hanya itu kata yg tepat selain maaf.

tersadar akan itu.
tak ada guna penyesalan kalau hanya dimulut.
tak ada guna penyesalan kalau tak ada usaha untuk menjadi lebih baik
memaafkan bukan hal yang sulit tapi menjadikan kata maaf itu berarti itu jauh lebih sulit.
tidaklah berguna suatu pemberian maaf jika mengulangi kesalahan yang sama

AKU BELAJAR DIAM DARI BANYAK BICARA
AKU BELAJAR UNTUK LEBIH SABAR DARI SEBUAH KEMARAHAN
AKU BELAJAR MENGALAH DARI SEBUAH KEEGOISAN
AKU BELAJAR TEGAR DARI SEBUAH KEHILANGAN
AKU BELAJAR MENANGIS DARI SEBUAH KEBAHAGIAN YG HILANG.

dan aku tidak ingin lagi untuk kehilangan sebuah kebahagian
walaupun harus menghilangkan ideologi-ideologi pemikiran yang selama ini aku pegang teguh demi sebuah komitmen yang telah aku buat dan aku jalani.
karena aku tidak ingin menjadi manusia yang lupa akan janji² yang telah ku ucap.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar